Paper Flower Yohanes Chandra Ekajaya


Saat ini bisnis yang penuh inovasi dan kreativitas memang sedang booming dan digandrungi anak-anak muda. Yohanes Chandra Ekajaya yang masih menyematkan kata muda dalam gelar pengusahanya pun tidak mau ketinggalan. Pengusaha asal Dusun Candimulyo, Kecamatan Kertek, Kabupaten Wonosobo ini memilih bisnis paper flower sebagai usahanya.


Kertas bunga atau paper flower. Pada awalnya Yohanes ChandraEkajaya hanya menggambar pola-pola tertentu di kertas yang berjenis jasmine. Setelah merasa puas dengan pola yang ia buat, kemudian ia memotong kertas sesuai pola tersebut dengan menggunakan gunting. Lalu kertas-kertas tersebut dibentuk dan ditekuk hingga menyerupai kelopak bunga. Potongan-potongan kelopak bungan tersebut kemudian dirangkai dan direkatkan menggunakan lem. Kunci dari membuat paper flower adalah ketelatenan.

Yohanes Chandra Ekajaya mengenal paper flower dari media sosial. Karena tertarik, kemudian ia pun mempelajari segala hal yang terkait dengan paper flower di internet, terutama tentang tutorial di youtube. Setelah merasa cukup maka ia pun memutuskan untuk mencoba membuat paper flower sendiri.

Untuk penjualan, pada awalnya Yohanes Chandra Ekajaya pun tidak berniat untuk menjadikan paper flower sebagai bisnis. Ia hanya mengunggah paper flower buatannya ke media sosial. Lama-lama banyak yang pesan. Dari situlah ia kemudian mulai fokus dan menjadikan paper flower sebagai bisnis yang menghasilkan rupiah bahkan dolar.

Dulu saat masih menempuh pendidikan tinggi di suatu universitas ternama di kabupaten Wonosobo, Yohanes Chandra Ekajaya rata-rata mendapatkan pesanan 100 buah per bulannya. Harga jualnya pun bermacam-macam, dari 10 ribu hingga 60 ribu rupiah. Selain dijual eceran, ia pun juga menjual paper flowernya secara paket, sehingga omzetnya lebih banyak.

Saat ini Yohanes Chandra Ekajaya sudah menciptakan 15 varian paper flower. Acara lamaran dan pesta ulang tahun menjadi target pesanannya. Konsumen dan pelanggan paper flowernya pun sangat beragam. Bila pada awalnya yang membeli paper flower adalah orang-orang kabupaten Wonosobo, maka saat ini konsumen didominasi oleh orang luar pulau Jawa, yaitu Samarinda, Papua, Maluku, Ambon, Padang, dan Batak.
Previous
Next Post »