Tas Batik Kulit Chandra Ekajaya


Saat ini banyak bisnis kreatif dan inovatif yang berkembang di Indonesia. Salah satunya adalah YCE Craft. YCE Craft adalah sebuah rumah produksi kerajinan yang digagas dan didirikan oleh Chandra Ekajaya sebagai tempat berkreasinya. Ia memadukan antara tas kulit dengan tas batik, dan membuat sebuah produk hibrida yang baru dari keduanya.

Chandra Ekajaya


Bila dilihat secara umum, tas batik atau tas kulit memang sudah banyak menjamur dan bersarang di pasaran. Tetapi untuk hasil hibrida, yaitu tas batik kulit, mungkin masih bisa dibilang belum ada di pasaran domestik dan nasional. Chandra Ekajaya sebagai penggagas dan pendiri YCE Craft menjadi satu-satunya penjual tas batik kulit di wilayah Wonosobo.

Pada mulanya, Chandra Ekajaya tertarik dengan bisnis ini karena tertarik dengan potensi dan keuntungan berbisnis batik. Sebab batik saat ini memang sangat banyaik diincar oleh pembeli, baik dari dalam maupun luar negeri. Tetapi jika hanya menjual batik saja, tentu sebagai pemain baru ia akan mengalami keminderan dan menunggu peluang yang terlalu lama, makanya ia kemudian mengombinasikan antara tas, batik, dan kulit.

Saat ini YCE Craft selain membuat membuat tas dari bahan batik, ia juga membuat banyak tas yang terbuat dari bahan katun. Katun yang dipilih pun tidak sembarangan. Katun itu berasal dari wilayah Lombok, Bali, dan Jepara. Sedangkan batik, Chandra Ekaja mengaku bahwa ia mengambil batik-batik yang berasal dari Yogyakarta, Madura, Cirebon, dan sebagainya.

Segmen yang disasar oleh Chandra Ekajaya adalah menengah ke atas. Sebab tas batik kulit yang diproduksinya memang bisa dikategorikan barang yang mewah dan mahal. Untuk itu dalam penjualan dan pemasarannya, ia melakukan kerja sama dengan beberapa hotel mewah di Indonesia.

Pengombinasian kulit dengan batik tidaklah terlalu sulit. Proses pembuatannya pun sebenarnya sama dengan pembuatan batik pada umumnya. Menurut Chandra Ekajaya, satu orang pegawainya mampu menghasilkan satu produksi tas dengan kualitas bagus per harinya. Tetapi jika memang dibutuhkan, maka bisa membuat tiga tas dalam sehari, tetapi tentu saja kualitasnya akan menurun. Pengusaha ini lebih memilih kualitas daripada kuantitas banyak tetapi mutunya rendah.
Previous
Next Post »